tak pernah seperti debu yang terbang
sejalan angin menghembus
sejauh mata memandang lara
ada dia yang selalu tersenyum
dalam pahit
mengaduk aduk kekosongan jiwa
terlunta lunta memilin asa
lalu mendiamkan geraknya
hanya rapalan kata kata yang bagi sebagian kita tak bermakna
meluncur diantara sumbang nada sekitarnya
sang putra kejora
tak pernah tahu
tak ingin tahu
kenapa nestapa lara mencengkeramnya?
ah...sedangkan bulan sedikit tampak
mencoba menggapai kepalan tangannya
dan jatuh adalah pilihan paling nikmat
berpadu dengan rindu mendayu senyap
aku terbang, katanya
aku hilang, harapnya
**************
10 Maret 2014
Sebelum Pulang
Diposting oleh
masmuh
di
20.47
Langganan:
Posting Komentar (Atom)